89 Pemuda Indonesia Belajar Teknologi Aluminium di China
/data/photo/2026/05/18/6a0a5b1581f96.jpeg)
PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebanyak 89 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia telah diberangkatkan ke Holingol, China, untuk mengikuti program pelatihan teknologi pengolahan aluminium. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia lokal dalam menghadapi kebutuhan industri aluminium di Indonesia.
Para peserta program ini akan mempelajari teknologi pengolahan aluminium secara langsung di China. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri aluminium nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Yusril, salah satu peserta, menceritakan pengalamannya saat dikirim ke China untuk belajar teknologi pengayaan aluminium. Ia mengaku harus belajar bahasa Mandarin selama empat bulan sebelum mengikuti pelatihan teknis. “Belajar bahasa Mandarin itu tantangan tersendiri, tapi sangat penting untuk berkomunikasi dengan instruktur dan memahami materi pelajaran,” ujarnya.
Program pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga ahli yang kompeten di bidang pengolahan aluminium. Dengan adanya tenaga ahli lokal, industri aluminium di Indonesia dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian negara. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor industri, termasuk industri aluminium.
Holingol, sebagai lokasi pelatihan, dipilih karena merupakan pusat industri aluminium di China. Para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri aluminium di Indonesia. Program ini merupakan investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan daya saing industri nasional.



